Rabu, 09 Mei 2012
Sedekah 5 Juta, Dibalas 100 juta
Ini bukan kisah yg saya alami.
Kisah ini dialami orang lain, seorang kerabat di Mataram, Lombok.
Berikut ceritanya....
Assalamu’alaikum wr wb…
Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih yang buanyakkkkkkk atas keikhlasan Mas Saptu meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan tentunya biaya untuk menyalurkan sedekah jalanan ini ke saudara2 kita yang membutuhkan…sehingga apa yang Mas Saptu lakukan sangat memudahkan bagi saya dan teman2 yang lain untuk bersedekah. Mas Saptuari…..saya mau share tentang keajaiban sedekah.
Sebenarnya sudah dari kuliah saya percaya bahwa sedekah yang kita berikan akan berbalas berlipat-lipat dan memudahkan urusan bagi orang yang bersedekah. Entah sudah berapa puluh kali saya mengalaminya mas, tapi setiap saya mau tulis lupa terus…. Sekarang mumpung masih ingat 2 kejadian yang akan saya “laporkan” ke mas saptuari.
Yang pertama kejadiannya awal bulan januari 2012 kemarin (seingat saya hari sabtu). Waktu saya akan transfer ke rekening mandiri sedekah rombongan ada rayuan setan yang menjadikan saya ragu mau transfer. Rayuan seperti ini “Ini kan Bulan Januari, proyekmu udah selesai semua, mana mungkin sedekahmu berbalas? Eman, paling2 proyekmu mulai paling cepat 4 bulan lagi simpen aja uangnya, kamu nanti butuh banyak uang lho selama 4 bulan kedepan….”
Tapi alhamdulillah rayuan setan ini ndak aku pedulikan, tetep aja aku transfer ke mandiri senilai Rp.5.000.000,-. Selesai transfer aku pulang ke orang tua untuk jemput istri sekalian sholat magrib disana. Abis sholat magrib telpon saya bunyi. Saya liat dari salah satu klien saya yang pekerjaannya akan saya presentasikan minggu depannya. Saya pikir, waduh pasti mau tanyain kerjaan yg belum saya presentasikan itu….
Ternyata dugaan saya salah, klien saya nawari proyek senilai Rp. 50.000.000,- atau 10 X dari nilai yang saya sedekahkan hari itu……subhanallah… Singkat kata saya janjian ketemu esok harinya untuk memastikan proyek tersebut dan sekalian menentukan jadwal presentasi proyek yang sebelumnya.
Hari selasa minggu depannya saya presentasi tentang pekerjaan lama yang ada di klien saya itu. Singkat cerita presentasi saya alhamdulillah diterima sangat baik bosnya klien saya. Dan yang mengejutkan lagi saya langsung ditawari bosnya proyek lagi senilai Rp. 50.000.000,- Lagi2 nilainya 10 X lipat dari nilai sedekah saya………..
Subhanallah…. jadi sedekah saya berbalas proyek senilai 20 X dari sedekah saya dan tidak usah menunggu 4 bulan lagi untuk dapat proyek, seketika setelah sedekah langsung dapat proyek…. alhamdulillah.
Cerita yang kedua ini baru saja terjadi (sabtu, 11 feb 2012). Ceritanya begini, tadi pagi saya transfer ke rekening mandiri sedekah rombongan. Setelah transfer saya ke kantor lembur kerjaan. Siang harinya saya ditelpun salah satu investor yang pernah saya kirimi penawaran kerjasama beberapa proyek di tempat saya. Ada 5 proyek yang pernah saya tawarkan dan dia menanyakan kelanjutan penawaran saya!!! Saya diminta menghitung total biaya ke-5 proyek yang pernah saya tawarkan ditambah 1 proyek baru lagi!!!! Jadi rencana 6 proyek baru dibulan ini !!! Subhanallah… Malam ini saya dimintai email biaya total 6 proyek dan langsung minggu depan negosiasi!!!!
Saya sepaham dengan Mas Sapuari, Mas Iphho, Mas Mono, Pak Jamil Azzaini dan temen2 mas saptuari yang lain yang saya ikuti lewat twitter…. Sedekah is Amazing……. Mas mohon kalo tulisan saya ini dimasukkan di “inspirasi sedekah” ato dipublikasikan dimana aja ndak usah disebutkan namannya ya mas…. saya lebih cenderung seneng sedekah yang sembunyi2….hehehe….
Insya allah saya akan cerita terus ke Mas Saptu kejadian ajaib yang saya alami nantinya kaitannya dengan sedekah. Beneran ya mas, ndak usah nama saya dipublikasikan… Saya doakan Mas Saptu tetap diberi semangat dalam menjalankan amanah sedekah rombongan…amin. Matur nuwun sanget Mas Sabtu.
Wassalamu’alaikum wr wb…
G**** G***** di Mataram-Lombok
Kumpulan Hadits Sedekah
- Bersodaqoh pahalanya sepuluh, memberi hutang (tanpa bunga) pahalanya delapan belas, menghubungkan diri dengan kawan-kawan pahalanya dua puluh dan silaturrahmi (dengan keluarga) pahalanya dua puluh empat. (HR. Al Hakim)
- Yang dapat menolak takdir ialah doa dan yang dapat memperpanjang umur yakni kebajikan (amal bakti). (HR. Ath-Thahawi)
- Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga hal yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak (baik laki-laki maupun perempuan) yang mendoakannya. (HR. Muslim)
- Allah Tabaraka wata’ala berfirman (di dalam hadits Qudsi): “Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.” (HR. Muslim)
- Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam. Ia tidak merasa lelah dan ia juga ibarat orang berpuasa yang tidak pernah berbuka. (HR. Bukhari)
- Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, “Sodaqoh yang bagaimana yang paling besar pahalanya?” Nabi Saw menjawab, “Saat kamu bersodaqoh hendaklah kamu sehat dan dalam kondisi pelit (mengekang) dan saat kamu takut melarat tetapi mengharap kaya. Jangan ditunda sehingga rohmu di tenggorokan baru kamu berkata untuk Fulan sekian dan untuk Fulan sekian.” (HR. Bukhari)
- Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad)
- Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sodaqoh) sebutir kurma. (Mutafaq’alaih)
- Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi) /menjemput rezeki
- Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani) /penolak bala/menyembuhkan penyakit
- Tiada seorang bersodaqoh dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan warisannya. (HR. Ahmad)
- Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sodaqohnya. (HR. Ahmad)
- Tiap muslim wajib bersodaqoh. Para sahabat bertanya, “Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?” Nabi Saw menjawab, “Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersodaqoh.” Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?” Nabi menjawab: “Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi menjawab: “Menyuruh berbuat ma’ruf.” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi Saw menjawab, “Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sodaqoh.” (HR. Bukhari dan Muslim)
- Apa yang kamu nafkahkan dengan tujuan keridhoan Allah akan diberi pahala walaupun hanya sesuap makanan ke mulut isterimu. (HR. Bukhari)
- Sodaqoh paling afdhol ialah yang diberikan kepada keluarga dekat yang bersikap memusuhi. (HR. Ath-Thabrani dan Abu Dawud)
- Satu dirham memacu dan mendahului seratus ribu dirham. Para sahabat bertanya, “Bagaimana itu?” Nabi Saw menjawab, “Seorang memiliki (hanya) dua dirham. Dia mengambil satu dirham dan bersodaqoh dengannya, dan seorang lagi memiliki harta-benda yang banyak, dia mengambil seratus ribu dirham untuk disodaqohkannya. (HR. An-Nasaa’i)
- Orang yang membatalkan pemberian (atau meminta kembali) sodaqohnya seperti anjing yang makan kembali muntahannya. (HR. Bukhari)
- Barangsiapa diberi Allah harta dan tidak menunaikan zakatnya kelak pada hari kiamat dia akan dibayang-bayangi dengan seekor ular bermata satu di tengah dan punya dua lidah yang melilitnya. Ular itu mencengkeram kedua rahangnya seraya berkata, “Aku hartamu, aku pusaka simpananmu.” Kemudian nabi Saw membaca firman Allah surat Ali Imran ayat 180: “Dan janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi.” (HR. Bukhari)
- Tiada suatu kaum menolak mengeluarkan zakat melainkan Allah menimpa mereka dengan paceklik (kemarau panjang dan kegagalan panen). (HR. Ath-Thabrani)
- Barangsiapa memperoleh keuntungan harta (maka) tidak wajib zakat sampai tibanya perputaran tahun bagi pemiliknya. (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Perhitungan perputaran tahun (haul) untuk menunaikan zakat ialah dengan tahun Hijriyah.
- Tentang sodaqoh yang seakan-akan berupa hadiah, Rasulullah Saw bersabda: “Baginya sodaqoh dan bagi kami itu adalah hadiah.” (HR. Bukhari)
- Allah Ta’ala mengharamkan bagiku dan bagi keluarga rumah tanggaku untuk menerima sodaqoh. (HR. Ibnu Saad)
Nabi Saw menolak menerima sodaqoh tetapi mau menerima hadiah.
- Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada sasaran yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya. (HR. Bukhari)
- Allah mengkhususkan pemberian kenikmatanNya kepada kaum-kaum tertentu untuk kemaslahatan umat manusia. Apabila mereka membelanjakannya (menggunakannya) untuk kepentingan manusia maka Allah akan melestarikannya namun bila tidak, maka Allah akan mencabut kenikmatan itu dan menyerahkannya kepada orang lain. (HR. Ath-Thabrani dan Abu Dawud)
- Abu Dzarr Ra berkata bahwa beberapa sahabat Rasulullah Saw berkata, “Ya Rasulullah, orang-orang yang banyak hartanya memperoleh lebih banyak pahala. Mereka shalat sebagaimana kami shalat dan berpuasa sebagaimana kami berpuasa dan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Nabi Saw lalu berkata, “Bukankah Allah telah memberimu apa yang dapat kamu sedekahkan? Tiap-tiap ucapan tasbih adalah sodaqoh, takbir sodaqoh, tahmid sodaqoh, tahlil sodaqoh, amar makruf sodaqoh, nahi mungkar sodaqoh, bersenggama dengan isteri pun sodaqoh.” Para sahabat lalu bertanya, “Apakah melampiaskan syahwat mendapat pahala?” Nabi menjawab, “Tidakkah kamu mengerti bahwa kalau dilampiaskannya di tempat yang haram bukankah itu berdosa? Begitu pula kalau syahwat diletakkan di tempat halal, maka dia memperoleh pahala. (HR. Muslim)
- Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad
Langganan:
Komentar (Atom)

